Kakakdewa
Tampilkan postingan dengan label london. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label london. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2016

'Spurs Musim Lalu Jadi Penantang di Premier League, Musim Ini Bisa Juara'

www.webdewa.com
kakakdewa London - Musim lalu Tottenham Hotspur sempat berlari kencang dalam perebutan titel Premier League meski kedodoran di akhir. Musim ini Spurs diprediksi bisa terus melaju dan jadi juara.

Pendapat tersebut dilontarkan oleh Paul Parker, mantan pesepakbola Inggris yang dulu ngetop dengan Fulham, Queens Park Rangers, dan Manchester United, dan kini menjadi analis sepakbola.

"Lupakan Manchester City yang ramai dibicarakan di bawah arahan Pep Guardiola, satu tim tidak mewujudkan sebuah liga secara khusus ketika tim itu secara brutal dihajar oleh sebuah kerelaan untuk bekerja keras, seperti yang dilakukan Tottenham pada hari Minggu. Premier League masih di awal dan sebuah tim di luar dugaan bisa kembali mengangkat trofi," kata Parker di kolomnya di Eurosport.

www.webdewa.com

 "Dan bisa jadi yang melakukannya adalah Spurs, yang sedang membuktikan bahwa lajunya musim lalu bukanlah kebetulan. Mereka tak lagi dihantui pertanyaan negatif macam: apa bisa tanpa Harry Kane? Tentu saja jika ia bisa mencetak 20 gol lebih musim ini maka mereka dijamin akan punya peluang juara, tapi sudah pasti mereka tetap bisa menantang kalau pun Kane absen," bebernya.

Akhir pekan lalu Spurs menang 2-0 atas City yang di awal musim ini digadang-gadang sebagai salah satu favorit kuat juara dan sempat melaju tak terkalahkan sebelum duel tersebut. Kemenangan sekaligus membuat The Lilywhites menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Premier League sejauh ini, walaupun masih tertinggal satu angka dari The Citizens di puncak klasemen.

"Tottenham tangguh di seluruh lini dengan kombinasi sempurna dari kemampuan teknik dan fisik. Kombinasi bek tengah mereka Toby Alderweireld dan Jan Vertonghen ditambah solid oleh kedatangan rekrutan baru Victor Wanyama, yang sudah menyingkirkan kecenderungan indispliner yang merugikannya di Southampton, Eric Dier, dan Dele Alli, plus lini serang mengerikan penuh kerja keras," ujar Parker.

Di musim 2015-16, Spurs sempat bersaing ketat dengan Leicester City. Tapi menjelang akhir Spurs kewalahan dalam membendung laju bersejarah The Foxes dan bahkan akhirnya harus rela digeser Arsenal ke posisi tiga. Menurut Parker, hal itu terjadi bukan karena Spurs kelelahan menjelang garis finis melainkan faktor pengalaman yang belum teruji dalam mengejar titel liga.

"Ketika Anda sudah sekali kena gigit, Anda tak mau lagi seperti itu. Saya ingat musim 1991-92 di Manchester United. Kami harus merelakan gelar ke tangan Leeds United, bukan karena kelelahan tapi karena kami kehilangan daya. Musim berikutnya, musim pertama era Premier League, kami sudah lebih bijak dan sukses melewati garis akhir. Tak ada rasa lelah," tulisnya.

www.webdewa.com

 "Tottenham akhirnya menyadari seberapa bagus mereka. Saat ini mereka tangguh secara fisik dan, mungkin untuk kali pertama dalam hidup saya, mereka juga kuat secara mental. Spurs akan belajar dari kegagalan musim lalu dan jika kesempatan datang lagi, yang saya pikir akan seperti itu, maka mereka takkan lagi kehilangan peluang itu karena kenaifan dan kurangnya pengalaman.

"Mauricio Pochettino sudah membangun sebuah tim yang bisa menjuarai liga. Label 'selatan yang lembek' untuk mereka sekarang hanyalah ada di masa lalu," sebut Parker.



(kakakdewa/kd)

Sabtu, 17 September 2016

Liverpool Kalahkan Chelsea 2-1 di Stamford Bridge

London - Liverpool mencuri angka penuh dalam lawatannya ke markas Chelsea. 'Si Merah' menang 2-1 atas 'Si Biru'.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge, Sabtu (17/9/2016) dinihari WIB, Liverpool tampil sangat dominan di babak pertama. Mereka membuka keunggulan lewat sontekan Dejan Lovren di menit ke-17, lalu digandakan Jordan Henderson di menit ke-36.

Tertinggal dua gol, Chelsea meningkatkan intensitas di babak kedua. Hasilnya Diego Costa mencetak gol balasan di menit ke-61.

Liverpool setelah itu bermain lebih defensif. Chelsea pun mulai kerepotan menembus pertahanan tamunya itu, hingga tak mampu mencetak gol lagi sampai peluit panjang berbunyi.

Kemenangan ini mengangkat Liverpool ke posisi empat klasemen sementara Premier League, dengan nilai 10 dari lima pertandingan. Sementara Chelsea yang menelan kekalahan pertamanya musim ini, tertahan di posisi tiga dengan poin yang sama.

Jalannya Pertandingan

Liverpool membangun ancaman di menit pertama. Umpan silang Nathaniel Clyne dari kanan disambut sepakan Georginio Wijnaldum, namun masih terlalu lemah dan mudah ditangkap Thibaut Courtois.

Semenit berselang, serangan cepat dari sisi kanan kembali dilancarkan Liverpool. Menerima umpan dari Sadio Mane, Daniel Sturridge bergerak memotong ke tengah dan melancarkan tendangan keras. Bola sempat lolos dari tangkapan Courtois, tapi tak sampai bergulir ke dalam gawang.

Di menit ke-13, Jordan Henderson melakukan percobaan dari jarak jauh. Namun masih jauh dari sasaran, melambung tinggi di atas gawang Chelsea.

Empat menit berselang, Liverpool unggul. Bermula dari bola mati, umpan lambung Philippe Coutinho dari sisi kiri disambut sontekan Dejan Lovren di tiang jauh. Lovren lolos dari jebakan offside karena merangsek dari lini kedua.

Sebuah ancaman lain datang untuk Chelsea di menit ke-25. Sturridge menerima bola dari Milner, merangsek di kiri, lalu melepaskan sepakan keras dari sudut sempit. Berakhir melebar.

Chelsea masih kesulitan membangun peluang bersih. Percobaan ambisius N'Golo Kante dari jarak jauh di menit ke-28 melambung, jauh dari sasaran.

Upaya lain dari Chelsea di menit ke-34, memanfaatkan bola mati. Umpan Willian disundul David Luiz, akan tetapi bola meluncur dengan lemah dan diamankan oleh Mignolet.

Dua menit kemudian, Chelsea kebobolan lagi. Henderson melepaskan sepakan terukur dari luar kotak penalti, bola meluncur melengkung dan berakhir di pojok kanan atas gawang Courtois.

Chelsea mencoba untuk lebih menekan, tapi masih kesulitan menembus pertahanan Liverpool yang tampil disiplin. Sundulan Ivanovic jelang babak pertama berakhir belum jadi ancaman serius untuk Liverpool.

Percobaan Chelsea melalui Kante di menit ke-52 masih melebar. Di menit ke-61, mereka pada akhirnya menipiskan ketertinggalan.

Lewat serangan di sisi kiri, Hazard memberikan umpan terobosan ke Matic yang merangsek ke dalam kotak penalti. Matic melewati satu pemain, lalu memberikan umpan tarik ke Costa di depan gawang. Dengan satu sepakan ringan, Costa menceploskan bola ke dalam gawang.

Peluang bagus lainnya didapatkan Costa di menit ke-65. Menerima umpan lambung di depan kotak penalti, Oscar menanduk bola ke Costa. Costa meneruskannya dengan sepakan yang masih mengarah tepat ke Mignolet.

Coutinho menerima umpan silang Clyne dari kanan di menit ke-78. Dia coba melepaskan sepakan mendatar, tapi terblok oleh Cahill.

Liverpool melewatkan sebuah peluang bagus di menit ke-81. Umpan silang Milner dari kiri berubah arah setelah membentur bek Chelsea, bola jatuh di jangkauan Divock Origi dan disundul ke arah gawang. Courtois, dengan refleks cemerlang, menepis bola.

Chelsea mendapatkan tendangan bebas di posisi bagus pada menit ke-88, tak jauh dari kotak penalti Liverpool. Hanya saja eksekusi Cesc Fabregas membentur pagar pemain.

Chelsea menekan habis-habisan Liverpool di sisa waktu, tapi tak berhasil mendapatkan gol penyama kedudukan. Laga berakhir dengan kemenangan Liverpool.

Susunan pemain:

Chelsea: Courtois; Ivanovic, Cahill, David Luiz, Azpilicueta; Kante; Willian (Moses 84'), Oscar (Pedro 84'), Matic (Fabregas 84'), Hazard; Costa

Liverpool: Mignolet, Clyne, Matip, Lovren, Milner, Henderson, Wijnaldum (Stewart 90'), Lallana, Coutinho (Lucas 82'), Mane, Sturridge (Origi 57')
(KakakDewa/KD)



Facebook
Kakakdewa